Senin, 18 Februari 2013

cara mencangkok


BAB I
PENDAHULUAN
a.      LATAR BELAKANG MASALAH
Pada masa sekarang ini, manusia dituntut untuk menghasilkan produk-produk yang bermanfaat yang dihasilkan dalam waktu singkat dan dengan modal yang tidak banyak. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih cepat, unggul, dan tidak memakan banyak biaya adalah dengan mencangkok.
Lalu sesungguhnya bagaimana cara mencangkok yang benar? Banyak masyarakat yang belum mengetahui secara mendalam tentang hal ini. Maka, dengan tujuan untuk mengetahui lebih dalam cara-cara mencangkok yang benar dan untuk menghasilkan suatu produk yang bermanfaat dan dapat dihasilkan dengan tidak memakan banyak biaya, maka kami memutuskan untuk melakukan suatu penelitian dengan judul :
“Cara Mencangkok yang Benar.”
B.      RUMUSAN MASALAH
        “Cara mencangkok pohon Mangga yang benar”
c.      tujuan
         Tujuan penelitian :

1.     Mengetahui lebih dalam cara-cara mencangkok yang benar
 2.     Menghasilkan suatu produk yang bermanfaat dan dapat dihasilkan dengan tidak memakan banyak biaya.

       d.      manfaat
Manfaat kegiatan ini adalah :
1.      Untuk memberi suatu pengetahuan kepada banyak orang tentang bagaimana cara mencangkok yang benar dan dapat menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi orang dan tidak memakan biaya yang cukup banyak .
2.      Untuk membudidayakan tanaman dari ancaman kepunahan dan Global Warning .
Bab ii
Landasan teori

a.    Pengertian

Mencangkok merupakan salah satu cara pembiakan vegetatif buatan yang bertujuan untuk memperbanyak tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan induknya dan cepat menghasilkan. Selain itu, pohonnya juga tidak terlalu tinggi.
Mencangkok dilakukan dengan cara menguliti hingga bersih dan menghilangkan kambium pada cabang atau ranting sepanjang 5-10 cm pada tanaman dikotil untuk kemudian dipindahkan ke dalam wadah lain saat akar telah tumbuh.
Pada saat mencangkok, kambium pada cabang atau ranting harus dihilangkan agar kulit tidak terbentuk kembali. Bila kulit terbentuk kembali, maka akar tidak akan dapat terbentuk. Sebaliknya, jika lapisan cambium tersebut bersih, maka hasil fotosintesis akan terkumpul di tempat cambium yang telah dibersihkan dan pertumbuhan akar dapat terangsang dengan baik.
b.     Deskripsi tanaman

1.     Jenis tanaman

 Di sekitar kita banyak tumbuh tanaman mangga. Tanaman mangga bermacam-macam, di antaranya  mangga Golek, Manalagi, Arum Manis, Gadung, Kueini, Gayam, Syam, Janis, Santok, Bacang, Dermayu, Durian, Madu, dan mangga Telur. Tiap jenis tanaman mangga memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan mangga yang lain. Tanaman rnangga jenis Arum Manis, Gadung, Kueni, Gayaffi, Janis, Durian, dan mangga Santok berbatang tinggi, Jenis mangga tersebut yang biasa dicangkok yaitu mangga Arum Manis dan mangga Gadung. Kedua mangga itu memiliki daun yang berukuran lebih panjang dari jenis mangga yang lain. Mangga Kueni berdaun lebih lebar dan pendek. Mangga Gayam, Janis dan mangga santok berdaun sedang.Tanaman mangga jenis Golek, syam, Madu dan mangga Telur tinggi pohonnya berkisar 3-10 meter.  Mangga Golek, syam, Madu dan mangga ielur berbatang sedang. Mangga Golek ukuran daun kecil dan panjang, sedangkan mangga syam, Madu dan mangga Telur berdaun kecil Pendek.  Mangga Manalagi berdaun sedang, batangnya bisa rnembesar dan meninggi. Mangga jenis Manalagi adalah mangga yang paling banyak dikembangkan karena lebih mudah tumbuh di berbagai tempat.
2.     Sejarah buah mangga


Mangga yang berkembang di Indonesia diperkirakan berasal dari India yang dipercaya pemelharaannya telah ada seiring peradapan India. Bahkan, di India dikenal akan dongeng rakyatnya yang mengatakan bahwa mangga adalah penjelmaan Dewa Prajapati. Oleh karena itu, tak heran bila hampir disetiap negara bagian India banyak dijumpai tanaman mangga.

Sejarah mencatat bahwa mangga pertama kali ditemukan oleh Alexander Agung di lembah Indus, India. Sedangkan orang pertama yang menulis mengenai mangga di India diperkirakan Huien T'Sang, yakni pada tahun 632-645 SM. Pada tahun 1741, seorang ahli botani, Rumphius, menyimpulkan bahwa penanaman tanaman yang berbatasan dengan Birma telah lebih, dari 4000 tahun atau mungkin lebih dari 6000 tahun silam. Maka dari itu, Rumphius berpendapat bahwa mangga berasal dari daerah perbatasan India-Birma. Kata Mangga sendiri berasal dari bahasa Tamil, India, yaitu mangas atau man-kay. Dalam bahasa botani, mangga disebut Mangifera Indica L, yang berarti tanaman mangga berasal dari India.

B. Penyebaran Mangga

Dari India, sekitar abad ke-4 atau ke-5 SM, tanaman mangga menyebar ke berbagai negara, yakni melalui para pedagang India yang berkelana ke timur sampai ke Semenanjung Malaysia. Mereka berdagang sekaligus menyebarkan agama Hindu dan Budha. Pada tahun 1400 dan 1450, mangga mulai ditanam di Kepulauan Sulu dan Mindanau, Filipina, do Pulau Lizon sekitar tahun 1600, dan kepulauan Maluku pada tahun 1665.

Penyebaran tanaman mangga di negara barat baru terjadi pada abad pertengahan, yakni pada pertengahan abad ke-18 di Lasabon dan Brasil oleh orang Portugis. Sekitar abad ke-19 diperkirakan orang Portugis membawa tanaman mangga dari Goa (India) ke Afrika Timur dan akhirnya menyebar ke Somali Afrika Barat dan Kepulauan Canari. Selanjutnya, Penyebaran tanaman mangga tercatat di beberapa negara barat, yakni di Mexico pada tahun 1779 (bibit mangga pertama kali ditanam oleh orang Spanyol yang membawa bibit mangga dari Filipina), di Italia bagian selatan pada tahun 1905, di Queensland sekitar tahun 1870, dan di Inggris pada tahun 1690 (ditanam dalam rumah kaca).

Di Amerika Serikat, tanaman mangga pertama kali ditanam di Florida, yakni pada tahun 1833. Bibit  yang digunakan berasal dari Meksiko. Pada tahun 1885, Amerika Serikat sengaja mendatangkan bibit mangga okulasi dari India, tetapi semuanya mati. Sebanyak 35 bibit pohon mangga sambungan lengkung pun kembali didatangkan, dan upaya penanaman tersebut akhirnya membuahkan hasil. Hingga kini, Florida dikenal sebagai salah satu produsen mangga dengan daerah pemasaran Florida dan California.


3.     SYarat tumbuh

a.    Iklim
Tanaman mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama 3bulan. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. Jika ditanam di daerah basah, tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan.
b.     Media tanam
Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5.5-7.5. Jika pH di bawah5,5 sebaiknya dikapur dengan dolomit.
c.      Ketinggian tempat
Mangga yang ditanam didataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dapat menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di dataran tinggi. Secara umum mangga sangat cocok di tanam di Indonesia, itulah sebabnya banyak masyarakat yang dengan mudah memiliki pohon mangga di depan rumahnya.
4.     manfaat tumbuhan
1.         Sumber antioksidan
Di dalam buah mangga terdapat sumber beta-karoten, vitamin C dan kalium. Beta-karoten adalah zat yang di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A (zat gizi yang penting untuk fungsi retina). Beta-karoten (dan vitaminC) juga tergolong antioksidan, senyawa yang dapat memberikan perlindungan terhadap kanker karena dapat menetralkan radikal bebas.
2. Kandungan vitamin c yang tinggi
Kandungan vitamin C mangga cukup layak diperhitungkan. Setiap 100 gram bagian mangga masak yang dapat dimakan memasok vitamin C sebanyak 41 mg, mangga muda bahkan hingga 65 mg. Berarti, dengan mengkonsumsi mangga ranum 150 gram atau mangga golek 200 gram (1/2 buah ukuran kecil), kecukupan vitamin C yang dianjurkan untuk laki-laki dan perempuan dewasa per hari (masing-masing 60 mg) dapat terpenuhi.
3. kandungan kalium yang melimpah
Kalium terdapat melimpah pada mangga. Tiap 100 gram mangga terkandung kalium sebesar 189 mg. Dengan mengkonsumsi sebuah mangga harum manis ukuran sangat kecil (minimal 250 gram), atau sebuah mangga gedong ukuran sedang (200-250 g), kecukupan kalium sebanyak 400 mg per hari dapat terpenuhi.
4. Membantu pencernaan
Mangga memiliki enzim pencernaan yang dapat membantu pemecahan protein serta membantu proses pencernaan.
5. Baik untuk ingatan
Glutamin terdapat di dalam buah mangga. Glutamin ini merupakan senyawa yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan memori.
Bab iii

a.    Teknik mencangkok

·         Alat-alat yang dibutuhkan :

1.       Tanaman yang akan dicangkok
2.       Tanah gembur
3.       Pisau
4.       Plastik atau sabut kelapa
5.       Tali plastik
6.       Air

·         Cara mencangkok :

1.   Pilih cabang yang sehat dan lebih baik yang tumbuh vertikal.
2.   Cabang dikuliti kulitnya melingkari batang dengan jarak 5-10 cm.
3.   Bersihkan lapisan kambium yang menempel pada kayu.
4.   Apabila memakai plastik, plastik tersebut harus diberi beberapa lubang kecil sebagai jalan masuknya air terlebih dahulu.
5.   Setelah lapisan kambium bersih, lapisi bagian tersebut dengan tanah gembur dan balut bagian yang telah terlapisi tanah dengan plastik atau sabut kelapa.
6.   Ikat balutan tersebut dengan menggunakan tali plastik dibagian ujung atas dan bawah.
7.   Sirami bagian yang telah dicangkok secara teratur.
8.   Setelah kurang lebih satu bulan, akar mulai tumbuh. Jika pertumbuhan akar sudah cukup baik, balutan plastik atau sabut dilepas dan cangkokan siap ditanam di wadah baru.


BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    KESIMPULAN
1.                    Mencangkok merupakan salah satu cara pembiakan vegetatif buatan yang  
      bertujuan untuk memperbanyak tanaman yang memiliki sifat yang sama
      dengan induknya
                    2.    Alat-alat yang dibutuhkan untuk mencangkok:
                            a.    Tanaman yang akan dicangkok
                            b.    Tanah
                            c.    Pisau
                            d.   Serabut kelapa
                             e.  Tali (Rapia)

                  3.    Cara mencangkok yang benar dilakukan sebagai berikut :
                         a.    Pilih cabang yang sehat dan lebih baik yang tumbuh vertikal.
                         b.    Cabang dikuliti kulitnya melingkari batang dengan jarak 5-10 cm.
                    c.    Bersihkan lapisan kambium yang menempel pada kayu.
                    d.    Apabila memakai plastik, plastik tersebut harus diberi beberapa lubang kecil
                           sebagai jalan  masuknya air terlebih dahulu.
                     e.Setelah lapisan kambium bersih, lapisi bagian tersebut dengan tanah gembur dan  
                      balut bagian yang telah terlapisi tanah dengan plastik atau sabut kelapa.
                    f. Ikat balutan tersebut dengan menggunakan tali plastik dibagian ujung atas dan
                      bawah.
                    g.    Sirami bagian yang telah dicangkok secara teratur.
                    h.    Setelah kurang lebih satu bulan, akar mulai tumbuh. Jika pertumbuhan akar
                      sudah   cukup    baik, balutan plastik atau sabut dilepas dan cangkokan siap ditanam
                      di wadah baru.
       4,  Hasil tanaman cangkokan yang telah di pindahkan ke wadah lain memiliki akar
             serabut.
B.     SARAN
1.       Hal-hal di bawah ini dapat dilakukan untuk menjaga kesuburan tanaman hasil
cangkokan:
            a.    Berikan pupuk kompos untuk menunjang kesuburan tanah.
            b.    Sirami tanaman secara teratur.
             
            2.    Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mencangkok :
            a.    Waktu mencangkok, sebaiknya pada musim hujan karena tidak perlu melakukan
                     penyiraman berulang-ulang,
b.    Memilih batang cangkok, pohon induk yang digunakan adalah yang umurnya tidak terlalu tua atau terlalu muda, kuat, sehat dan subur serta banyak dan baik buahnya.
c.    Pemeliharaan cangkokan, pemeliharaan sudah dianggap cukup bila media cangkokan cukup lembab sepanjang waktu.